Selasa, 08 Juni 2010

Cara saya mengkritik orang lain

Berbicara kepada orang yang bersangkutan dengan bahasa yang tidak terlalu menyinggung perasaannya, sehingga orang yang dikritik dapat menerima dengan baik kritikan dari saya. Atau mengkritiknya dengan mengajak menonton acara-acara yang menunjukan kebaikan-kebaikan, sehingga secara tidak langsung orang yang bersangkutan dapat menyadari sikap yang kurang baik dalam dirinya. Dengan menonton acara tersebut orang yang bersangkutan dapat menerima kebaikan-kebaikan. Sehingga dirinya termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Sikap saya dalam menghadapi kritikan

Selalu mendengarkan dan mencoba untuk menerimanya selama kritikan itu baik untuk saya, karena dengan dikritik oleh orang lain dapat menerima kenyataan yang tidak baik dalam diri dan berusaha merubah sikap saya untuk menjadi lebih baik lagi.

Seberapa mampukah saya dalam menilai waktu

Seperti biasanya saya mengatur waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya. Contohnya jika tidak kuliah biasanya saya mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. tetapi Jika tidak ada tugas maka saya membantu Umi mengerjakan pekerjaan rumah. Pada saat pikiran saya sedang penat biasannya saya Refresing dengan jalan-jalan, selain itu saya bermain game atau bercengkrama dengan sanak keluarga.

Opini teman tentang Kelebihan dan kekurangan saya

Kelebihan saya menurut oran lain, yaitu :
• Mampu mengatur emosional
• Mampu berbaur dimana saja
• Tidak putus asa ketika menghadapi masalah
• Selalu menunjukan wajah ceria dimanapun
• Mampu menutupi masalah yang sedang dihadapi didepan orang banyak
• Selalu berfikir positif
• Mampu mengkombinasikan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional

Kekurangan saya menurut oran lain, yaitu :
• Terkadang suka menunjukan sikap egois
• Mudah tersinggung ( sensitif )
• Keras kepala
• Mudah menangis ketika menghadapi masalah

Cara saya meningkatkan Softskill

Carannya dengan berbaur bersama teman untuk membicarakan hal-hal yang up to date. Selain itu, mengikuti kegiatan kampus seperti workshop, kursus, atau seminar-seminar. Dengan metode inilah saya bisa menambah pengetahuan dalam meningkatkan softskill. Hal lain yang dapat meningkatkan softskill dalam diri saya adalah mendengarkan tausiah agama (ceramah),karena dengan mendengarkan tausiah ini hati saya lebih tersentuh untuk menerima kebaikan-kebaikan, sehingga membuat saya termotivasi untuk melakukan hal kebaikan tersebut dan bernilai positif.

Sabtu, 08 Mei 2010

Artikel : LEBAH MADU (HARUN YAHYA)

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:68-69)

Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.

Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.

Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata "wahyu [ilham]" yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.

Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

Pengaturan Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah

Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama "kehidupan masyarakat" lebah. Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa.

Pengaturan kelembapan dan pertukaran udara: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.

Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.

Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang.

Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.

Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?

Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.

Kalimat berfungsi sebagai Proposisi atau Tidak


(afirmatif) Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia

· madu = S

· sumber makanan penting bagi tubuh manusia = P

Karena, Predikat membenarkan Subjeknya. Maksudya sudah jelas yang sebagai sumber makanan penting bagi tubuh manusia adalah madu.


(majemuk) Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia

· Lebah = S

· untuk diri mereka sendiri = P

· untuk manusia = P

Karena kalimatnya terdiri satu Subjek dan beberapa Predikat.

(bukan proposisi) Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya

Karena dari kata atau itu tidak menunjukkan pilihan (kondisional disjungtif)

(kondisional hipotesis) Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang

· Jika hari panas = Sebab

· terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang = akibat

Karena, kondisional adalah kalimat membutuhkan syarat tertentu Subjek Predikatnya. Hipotesis yang kalimat proposisinya mengandung hubungan sebab akibat.

(kondisional hipotesis) Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang

· Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang = Sebab

· semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang = Akibat

Karena , kondisional Hipotesis adalah kalimat proposisinya mengandung hubungan sebab akibat.